Senin, 30 Juni 2014

EKSPEDISI Muara Sungai Progo

Gambar 1. Ekspedisi Ikan di Sungai Progo

Muara Sungai Progo yang terletak kurang lebih 4 km dari madrasah menjadi tujuan ekspedisi Kelompok Ilmiah Remaja MTs Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juni 2014. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi fauna yang terdapat di Muara Sungai Progo. Muara yang merupakan kawasan perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo memiliki tingkat keanekaragaman fauna yang cukup tinggi.
Ekspedisi Muara Suangai Progo ini awalnya hanya untuk jenis-jenis ikan. Akan tetapi, melihat kenakeragaman jenis fauna yang lain maka capung, burung dan belelang pun tak luput dari santapan kamera. Oleh karena itu, sambil menunggu ikan yang dijaring, beberapa siswa sibuk mengamati Capung Brachydiplax chalybea, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina. Mereka berlomba-lomba tanpa hadiah untuk mendapatkan foto terbaik belalang sembah, capung dan beberapa flora. Selain itu, keberadaan burung Cici padi (Cisticola juncidis), Bubut alang-alang (Centropus begalensis), dan Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens) cukup menjadi iklan dalam ekspedisi kali ini.


Gambar 2. Beberapa Jenis Fauna yang terdokumentaskan

Keanekeragaman jenis ikan, burung, capung merupakan fauna yang cukup unik untuk dipelajari di Muara Sungai Progo. Kegiatan yang diikuti oleh 13 siswa yang didampingi oleh 2 orang guru ini cukup sukses. Bukti kesuksesan ditunjukkan bahwa siswa mampu mendokumentasikan berbagai jenis fauna seperti ikan, capung dan burung dengan kualitas foto yang baik. Selain itu, sebuah artikel mengenai keanekaragaman jenis ikan di Sungai Progo yang sedang dalam masa pengerjaan diharapkan dapat menjadi sebuah dasar penelitian selanjutnya.
Beberapa spesies ikan yang sudah mampu diidentifikasi diantaranya adalah ikan kepala timah (Aplocheilus panchax), Ikan sepat (Trichogaster trichopterus), Ikan Sapu-sapu (Hypostomus plocestomus), Ikan Gabus (Channa striata), Ikan Nila (Orheochromis niloticus), Ikan Belanak (Mugil dussumieri), serta Ikan Keting (Mystus nigriceps).
Gambar 3. Elang Tikus
Sekitar pukul 14.00 WIB, kami mendapatkan kejutan luar biasa dari seekor elang Tikus (Elanus caeruleus) yang sedang bertengger di sebuah pohon tinggi yang sedang meranggas. Elang Tikus menjadi catatan pertama ditemukan di Muara Sungai Progo/Kawasan Pantai Trisik. Burung ini dilindungi oleh Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999 serta Appendix II CITES (Sit/14).



Sabtu, 15 Maret 2014

Sekolahkan saja Putra-putri Kesayangan Panjenengan di MADRASAH


Alkisah, dari mendengar, melihat, mengamati kondisi MADRASAH yang saat ini semakin ditinggalkan oleh masyarakat
Beberapa kali, bahkan sangat sering kali saya mendengar celetukan bahkan permohonan "minta tolong ya, kalo ada sanak saudara, atau kenalan, silahkan daftarkan di Madrasah kami." Atau suatu ketika bapak-ibu guru dari madrasah mendatangi sekolah-sekolah ditingkat bawahnya untuk memperoleh murid demi kelangsungan hidup sebuah "madrasah". Dan ada juga yang membuat brosur dengan berbagai desain dan hanya disebarkan tanpa ada sosialisasi yang jelas (pada akhirnya malah menjadi sampah).
Ini semua FAKTA, kita harus sama-sama menyadari.

Disini saya tidak mau berdebat masalah gerakan Islam (Muhammadiyah, Nadhatul Ulama, atau yang lain). Tapi berhubung saya adalah orang Muhammadiyah, tinggal di lingkungan Muhammadiyah, bahkan sekolah saya pun adalah "madrasah" Muhammadiyah. Maka perkenankanlah saya membuat pernyataan tentang "madrasah"nya, bukan Muhammadiyahnya. Oleh karena itu, dari sinilah saya akan mencoba membuat beberapa pernyataan tentang "madrasah".

Pernyataan-pernyataan yang timbul nantinya adalah pendapat saya pribadi terhadap kondisi madrasah saat ini. Sehingga, jika ada pro atau kontra terhadap pernyataan yang saya sampaikan, maka hanya cukup menjadi pembanding saja. Oke, cukup sekian pengantar yang saya sampaikan, mohon agar dimengerti.

Dalam sebuah hadist disebutkan:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

"Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka dimudahkanlah surga" (HR. Muslim)

Pada umumnya ilmu dapat diperoleh dari sekolah, madrasah, kampus, dan lembaga pendidikan lainnya. Tapi, sebenarnya ilmu itu dapat diperoleh dari mana saja dan kapan saja tidak terbatas pada tempat-tempat tersebut. Misalnya saja, ada seseorang pencari kerang yang pekerjaannya bertempat di atas lumpur, begitu susahnya dia berjalan dengan kedua kakinya karena selalu terpelosok. Kemudian seseorang itu melihat seekor ikan mudskipper yang bergerak ngesot-ngesot menyusuri lumpur. Dia berpikir, mungkin dengan permukaan yang luas dia tidak akan tenggelam. Akhirnya pencari kerang itu, berupaya agar dirinya tidak terjebak dalam lumpur dengan permukaan tubuh ikan tersebut maka dia dapat bergerak. Akhirnya seseorang tersebut berfikir, jika saya bergerak ngesot-ngesot seperti ikan mudskipper mungkin tidak akan terpelosok. Sehingga dicobalah, gaya ngesot ikan mudskipper tersebut untuk berjalan di lumpur. 
Begitulah ilmu.

Sedikit mengerucut, tempat menuntut ilmu di suatu tempat misalnya adalah di sekolah atau madrasah. Di Indonesia, Sekolah dan Madrasah sama-sama mengajarkan ilmu pengetahuan umum serta teknologi terhadap anak didiknya. Sedangkan perbedaan antara sekolah dan madrasah terletak pada banyak sedikitnya ilmu agama yang diberikan. Jika di sekolah negeri hanya diajarkan pendidikan agama, maka di madrasah pendidikan agama dibagi menjadi qur'an hadits, fiqih, akidah akhlak, tarikh, dan bahasa arab. Oleh karena itu, "Madrasah" seharusnya menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam menempuh pendidikan. Karena madrasah mampu memberikan bekal untuk kesuksesan dunia dan akhirat. Keseimbangan dua ilmu ini sangat penting menjadi pegangan dalam hidup di dunia ini. Sehingga dapat tercipta insan yang mampu menempatkan diri sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk sosial yang diciptakan dan hidup di dunia.

Jadi Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Pak Lek, Bu Lek, Pak dhe, Mbok dhe...
Menuntut ilmu, tidak harus di sekolah negeri, tidak harus di luar negeri, tapi alangkah lebih baik sambil jadi SANTRI. Begitulah istilah yang pantas disampaikan, agar senantiasa orangtua mampu mendorong anaknya untuk gemar menuntut ilmu, khususnya ilmu agama sebagai bekal akhirat kelak. Lalu, Pendidikan yang seperti apakah yang mampu mendampingi anak-anak agar gemar menuntut ilmu agama..?? Iya, pendidikan di MADRASAH tentunya. 

Oleh karena itu, Madrasah pantas untuk dipilih, Madrasah layak untuk berkembang dan maju.

Lalu, apa alasan mereka tidak mau memilih ke madrasah..? Berikut beberapa hasil survey dari beberapa orang
  1. Keinginan orang tua mereka agar anaknya sekolah di sekolah negeri NUMBER ONE di kabupaten/propinsi
  2. Siswa cenderung masih mengikuti teman
  3. Benar-benar ingin bersaing
  4. Siswa tidak senang menuntut ilmu agama (inilah yang menjadi ancaman besar)
Yaaa, sekilas begitulah alasan-alasan yang sering menggelitik telinga saya, terutama alasan yang pertama. Banyak bapak/ibu guru yang mengajar di madrasah namun anak-anak beliau tidak disekolahkan di tempat beliau-beliau mengajar. Bahkan bapak/ibu guru seraya, menyarankan kepada anak-anak mereka untuk sekolah ke sekolah-sekolah unggulan.

Lalu, siapa yang mau menuntut ilmu di madrasah tempat njenengan mengajar..??
anak siapa..?? anak tetangga njenengan.?? menunggu anak pindahan.??  atau anak dari luar pulau..??
Jika dibiarkan terus menerus, bagaimana nasib MADRASAH tempat panjenengan mengajar..?
Bisa menjadi HEBATkah..??
Ya, begitulah FAKTA yang terjadi dalam lingkup madrasah atau sekolah-sekolah yang kurang diminati. 
Banyak tenaga pendidik yang bekerja di madrasah, namun kurang tanggap dalam mengembangkan madrasah.

Gambar. Madrasah DU Muhammadiyah berdiri 5 Juli 1932 pernah memiliki murid sedikit
Sedikit gambaran, dulu Bapak saya adalah pengurus Muhammadiyah (sudah almarhum). Sejak kecil saya di sekolahkan mulai dari TK ABA, SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, dan MA Muhammadiyah... Semua sekolah memiliki pendidikan agama yang lengkap. Berawal dari situlah, saya mulai menyadari betapa besarnya peran orang-orang yang berada di dalam sistem terhadap perkembangan sebuah madrasah.

Mulai terbayang-bayang dalam pikiran saya. Betapa besarnya jalur pendidikan agama, yang sudah ada sejak dulu, namun kurang disadari oleh masyarakat.
Misalnya, dalam Alur pendidikan Muhammadiyah,
mulai dari TK ABA - SD/MI Muhammadiyah - SMP/MTs Muhammadiyah - SMA/MA/SMK Muhammadiyah - PT Muhammadiyah - tenaga pendidikan/kader Muhammadiyah
LUAR BIASA HEBATNYA, jika semua menyadari dan mampu berperan aktif untuk memajukan pendidikan mengikuti alur tersebut. Pada akhinya Sekolah dan Madrasah mampu bersaing secara global.

Sebagai penutup, saya hanya ingin menyampaikan "Sekolahkan Putra-putri Kesayangan panjenengan ingkang berada di lingkup MADRASAH" dan mari kita memajukan madrasah melalui potensi-potensi putra-putri bapak ibu guru sekalian, jangan hanya menunggu dan mencari, tapi mari kita turut berkontribusi. Jangan takut, mengajar anak sendiri di sekolahan, karena putra-putri panjenengan Insya Allah sebagai teladan bagi teman-teman/anak-anak yang lain atas apa yang bapak/ibu guru sampaikan.
Sekian, semoga bermanfaat.
I love Madrasah
anak tetangga njenengan.??