Minggu, 07 Juni 2026

Kisah lahirnya anak keduaku

 

Karin Raihanun Nuha, nama yang kami berikan setelah perdebatan panjang mencari nama terbaik.

Kisah lahirnya anak keduaku, yang katanya akan lahir setelah Hari Raya Idul Fitri, tanggal 25 Maret 2026, ternyata belum keluar juga. Malah di tanggal itu, masih main-main di pantai, bersenang-senang menikmati keindahan alam dan makan bersama.



Memori Pencarian Kakatua di Flores bagian Barat

Hmmm.... Suasana malam ini... Nostalgia angin tepi pantai

jadi inget waktu tinggal di Tepi pantai Kampung Lenteng, Desa Golomori, Kec. Komodo, Kab. Manggarai Barat, NTT.

Bersama dengan Faizal (IPB) dan Mas Feri (BI), kami menginap di rumah bpk Muhammad bersama istri dan satu anak gadisnya yg baru kelas 6 SD

di sebuah rumah kayu berbentuk panggung, kami benar-benar disambut dengan hangat

Tanpa listrik, tanpa sinyal, tanpa kamar mandi

Benar-benar suasana yang aduhai romantisnya

Empat hari penelitian pertama kami disana

Menelisik jejak 'keka' yang tak kunjung tiba

Mendaki bukit, menerawang langit... 

Siapa tahu, keka lewat dan menyapa

Aarrgghhh rupanya elang laut perut putih yang tiba-tiba bangun kepagian

Hari pertama pun berlalu, kami tiba sore hari dan langsung survey

Hari kedua, bangun lebih pagi...

Mendaki bukit tepi pantai, dan sendiri...

Sesekali menengok kebelakang, takutnya si komodo ikut survey juga

Aaahh ternyata hanya perasaan

Setibanya di puncak... Aduhai, aku merinding, tuan... 

Surga dunia... Aaaarrgghhh ini namanya alam, puncak kenikmatan, pusat kerinduan

Aaah, basi.! Tak ad yang dirindukan.. Percuma.!!

Kembali mengamati, dan terlihat dari kejauhan 2 ekor terbang, warna putih...

Asalnya dari seberang... Wow wow wow...

Ku teropong dengan binokuler, itu kakatua... Iyaaa kakatua...

Hampir aku mau telp, mas feri aku lihat kakatua...

Rupanya, tetap saja aku tak punya sinyal

Yaaa sudahlah...

Catet... Sketsa... Identifikasi... Kordinat... Selesai, turun..!!!

Dan tepi pantai itu, membuatku selalu aduhai romantisnya ketika kebelet eek..

Jian angin pantai tenan... Menusuk-nusuk pori kulit... Adem bikin merinding

Selasa, 10 Maret 2026

Anak lahir sudah paket lengkap bersama Rejekinya

Anak adalah rejeki, banyak anak banyak rejeki. 

Sebuah peribahasa yang sering digunakan untuk menenangkan sebuah keluarga yang mempunyai banyak anak. Dan tentunya juga tidak ada yang salah dengan pernyataan itu.

Tapi tidak boleh kita mengatakan, tidak punya anak, sedikit rejekinya. Pada kenyataannya, punya anak, tidak punya anak, anak sedikit anak banyak, Allah telah mencukupkan rejeki untuk semua hambaNya.

Karena setiap rejeki sudah ada takarannya masing-masing. Hanya tinggal bagaimana manusia itu akan mengelolanya dengan fatamorgana yang terjadi di kehidupan ini.

Malam ini... Sungguh perdebatan sengit, melalui pesan WA dimana aku dan suami, selalu saja bertentangan masalah rejeki. Pengelolaan keuangan, dan juga tabungan.
Bahkan bisa dikatakan sering, perdebatan itu muncul karena masalah itu.

Alur pikiran kami berbeda prinsip, prioritas dan penggunaannya berbeda tujuan. Dia lebih ke saving money by cash, sedangkan aku lebih ke tabungan jangka panjang.

Selalu saja...